Ada banyak sekali social networking site serta layanan microblogging saat ini. Masing-masing layanan memiliki segmen penggunanya masing-masing. Ada yang cocok dengan Jaiku tapi tidak berhasil memakai Pownce. Ada yang merasa mendapat tempat di Plurk dan meninggalkan Twitter atau sebaliknya.

Tentu saja, ada banyak pandangan tentang penggunaan alat-alat microblogging ini. Bagi sekelompok orang, bisa jadi alat-alat ini adalah alat bersenang-senang untuk menghilangkan stress. Ada yang menggunakannya sebagai sarana mencari teman-teman baru atau mempererat jaringan pertemanan yang sudah ada. Ada yang menjadikannya sebagai testing ground, menebar “kontroversi”, melihat reaksi massa, memasang ”jebakan betmen”, survei, polling, dan berbagai agenda lain.

The point is, how we use it is what matter. Value tidak sepenuhnya diturunkan langsung dari produk akan tetapi juga ditentukan dari interaksi produk dengan penggunanya. Sepeda di toko hanya kan bernilai sebuah benda mekanik, akan tetapi jika sepeda dipakai oleh seseorang maka sepeda akan menjadi alat transportasi. Daun yang berserakan di halaman hanya akan membuat kotor, tapi jika diolah menjadi kompos bisa menunjang produksi pangan.

Jadi, pertanyaannya adalah bagaimana sebenarnya kita bisa benar-benar memanfaatkannya. Berikut ini adalah beberapa hal yang bsia saya tangkap dari FreSh #2 yang kebetulan membahas Narsisme 2.0.

  1. Temukan peer/massa yang tepat. Ini termasuk temukan alat microblogging yang tepat. Di tiap microblogging site, akan ada pengguna-pengguna yang punya karakteristik yang mirip namun berbeda antar situs. Peer ini juga mungkin tidak akan bisa ditemui dengan sempurna. Ada kalanya kita hanya menemukan cikal bakal dari peer yang ideal, yang berarti memerlukan usaha dari kita untuk membangunnya menjadi peer yang benar-benar kita inginkan.
  2. Noise will be there,moderation and guding is needed. Akana da banyak derau,itu pasti karena tidak tidak ingin memaksa atau tidak akan bisa memaksa peer kita untuk bertingkah seperti yang kita inginkan. Moderasi dan pengarahan bisa dipakai untuk “mengendalikan” peer untuk memenuhi keinginan kita, secara baik-baik dan implisit.
  3. Pour some love, have a faith. Tidak semuanya bisa didapatkan dengan instan. Anda harus berusaha, dan Anda harus punya keteguhan serta keyakinan. Kabarnya, untuk melakukan riset/survey, seorang researcher harus bertanya bolak-balik dengan cara yang bermacam-macam demi mendapatkan jawaban yang sejati.

Penutup

Saya jadi ingat cerita tentang nyamuk oleh seseorang di waktu dulu. Tidak ada satu pun yang diciptakan buat manusia yang tidak bermanfaat bagi manusia. Bahkan seekor nyamuk pun akhirnya bisa memunculkan industri obat nyamuk. Yang akhirnya bisa menghidupi dan menggerakkan ekonomi manusia yang bekerja di sektor membasmi nyamuk. Adalah selalu bagaimana Anda memandang dan menyikapi sesuatu. Jangan berharap sesuatu akan bekerja secara otomatis dan memberi manfaat pada Anda.

Credit: FreSh community (can’t wait to see you again people!)

PS:

Anda bisa berjaringan dengan kami di Plurk lewat ID neofreko dan TurboDuck. Jangan lupa berkenalan sebagai pembaca navinot supaya kami tidak bingung ya :)

Photo by Hil

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 26th, 2008. No Comments.

Melanjutkan artikel saya sebelumnya tentang cara berpikir yang lebih luas, tampaknya rasa takut masih menjadi momok yang menghantui kita untuk melangkah lebih jauh. Perasaan yang sama juga sempat menghampiri di kala menghadapi jalan buntu, yang akhirnya malah menjadi beban pikiran. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Saya bukanlah seorang yang sukses dengan sederetan reputasi dan prestasi, tapi berikut ini adalah beberapa hal yang saya pelajari untuk melawan rasa takut.

Resiko yang Diperhitungkan, Bukan Judi
Bila keputusan yang diambil didasari oleh banyak faktor yang bisa dipertimbangkan, maka keputusan tersebut bukanlah suatu perjudian. Melainkan adalah sebuah resiko yang telah diperhitungkan, dan tentunya dengan harapan sukses yang lebih besar.

It was Ford, then GM, and now Toyota
Sebagai penggemar otomotif, saya sering mengikuti perkembangannya, termasuk jumlah penjualan. Ford memang dikenal sebagai pelopor industry otomotif dengan metode assembly line-nya. Namun setelah sekian lama, General Motors lah yang memimpin penjualan di Amerika Serikat, tapi menurut berita penjualan terkahir Toyota-lah yang menjadi nomor satu. Meskipun didahului, bukan berarti ketinggalan, meskipun butuh berabad-abad.

Gunakanlah Kelinci Percobaan
Bila ada lawan yang memasuki suatu pasar terlebih dahulu, maka ini adalah keuntungan kita untuk bisa mengamati dan mempelajari kesuksesan, termasuk kegagalan.

Pertimbangkan Faktor Cadangan
Bila anda mempunya asset senilai 10 Rupiah, anda tidak perlu menginvestasikan semua asset anda sekaligus. Tapi gunakanlah sebagian saja, bila memang gagal, masih ada cadangan untuk menyambung hidup.

Kerja Sampingan
Banyak usaha yang dibuahkan dari pekerjaan sampingan, yang akhirnya menggantikan profesi utama.

Membentuk Kerjasama
Kita bukan Super Human yang mampu melakukan segala hal, maka bergabunglah membentuk tim untuk bekerjasama dengan kemampuan yang saling melengkapi.

Anda Pasti Belajar Sesuatu
Peduli itu kesuksesan atau kegagalan, anda pasti akan belajar suatu yang baru. Suatu yang tidak ternilai harganya, yang tidak bisa diperoleh lewat buku atau bangku sekolah/kuliah.

100% Gagal vs. 50% Sukses
Dengan puluhan ide di kepala kita, kadang kita bingung mau menjalankan yang mana. Mau melakukan, tapi takut gagal. Jika tidak dilakukan, maka sudah 100% gagal. Bila dilakukan, setidaknya persentasi kesuksesan naik jadi 50%.

Semoga tips2 di atas bisa menjadi pertimbangan untuk mengurangi rasa takut. Apakah rasa takut masih merupakan suatu faktor? Silahkan direnungi, selagi kita-kita mempersiapkan topik untuk seusai lebaran.

Jangan lupa untuk kembali ke artikel sebelumnya, dan berbagi tentang apa cita-cita atau impianmu.

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 26th, 2008. No Comments.

Mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi ke empat terbesar di dunia, maka kita seharusnya mempunyai potensi yang patut dipertimbangkan. Namun yang nampak di dunia internasional tidaklah terlalu berkilau, paling ya itu2 saja (rotan, kayu, sepatu, aparel, dll).

Artikel Seth Godin beberapa hari lalu mengingatkan saya kembali tentang masalah ini, terutama yang dikaitkan dengan perkembangan IT di Indonesia. Cara berpikir kita termasuk masih primitif dengan kecenderungan mengikuti trend, bukan menciptakan trend. Bila di barat sedang beken dengan YouTube, maka Indonesia tidak kalah dengan versi lokalnya. Begitu juga untuk urusan layanan social networking, (micro) blogging, dan lain2.  Saya yakin anda tahu situs2 mana saja yang saya maksud :).

Fenomena ini diperkuat dengan langkah2 perusahaan kelas kakap, yang seharusnya mempunyai sumber daya manusia ataupun modal yang jauh dari cukup, untuk menciptakan sesuatu yang benar2 baru. Melainkan layanan yang kita jumpai nampaknya hanya usaha setengah hati, yang hanya berdasarkan neraca keuangan. Perlunya keberanian dari kalangan atas untuk ber-eksperimen (bukan hanya demi uang) di bidang teknologi tentunya bisa menjadi panutan bagi para pelaku pasar lainnya.

Renungan di atas diharapkan bisa memicu pola pikir kita untuk lebih kritis dan kreatif, terutama terhadap jurus jiplak habis. Apa salahnya bila kita luangkan waktu untuk berpikir lebih besar dengan melemparkan beberapa pertanyaan kepada diri kita sendiri. Apa yang kita bisa lakukan untuk membuat suatu layanan jadi lebih baik?

Versiku…

Sebagian besar situs otomotif (non-forum) terlalu berkonsentrasi dengan penjualan mobil. Namun hobby utak-atik mobil (performance parts & accessories) tidak pernah pudar sejak mobil ditemukan pertama kali. Hal ini saya lihat sebagai peluang untuk menciptakan layanan jual-beli khusus performance parts & accessories.

Sekarang giliranmu… opini atau ide?

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 24th, 2008. No Comments.

Siapa sih yang belum kenal dengan Herman Saksono? Salah satu karyanya yang kini sedang melambung adalah cerpenista.com. Dan pada kesempatan perdana ini, Herman Saksono bersedia meluangkan waktunya untuk kami wawancarai lewat e-mail. Kami sengaja mewawancarai dengan bahasa Inggris supaya saudara-saudara kita yang di luar sana juga bisa mengerti dan menyadari gelegak Web 2.0 di Indonesia. Bagi yang lain, semoga tidak ada yang mengalami kesulitan dalam membaca interview ini.

Who are you and what did you do before, or now?

I’m Herman Saksono. I work for UGM as system analyst for our e-learning environment. I also developed Cerpenista (cerpenista.com ), which is a a collaborative story-writing app.

What was the “klik” that made you create cerpenista?

The whole concept of Cerpenista was conceived in this mailing list called CahAndong.org (a Jogjakarta-based blogger community) on June 19th, 2008. We made this really funny thread which basically a chain of sentences from many people. However, by their nature, mailing-list just doesn’t work for this kind of things, so I decided to write an webapp specially designed for this kind of stuff.

Why do you think it will work?

Easy. We had a great time. Also, I think it has something to do with the fact that us, bloggers, love to write.

How much investment was put into it? in terms of working hours, or funding?

The basic prototype of Cerpenista was built in 4 days. I spent additional 3 days to polish things up. The rest was just casually added. The current incarnation of Cerpenista is 3 months old. I didn’t pour any fund to it, since the only thing needed is a reliable hosting, and my blog (hermansaksono.com ) has enough capacity to host the traffic (before the launch). This is before our partnership with Dagdigdug.

As this is a UCG site, how do you attracts new users?

I don’t think I did anything big to attract new users. On the contrary, I think its the users who lure other users to join the fun. That’s why its very important to make our user comfortable and excited with Cerpenista.

How do you market or promote your service? Any thing you learn, which is a success (or may be a failure)? How’s the result?

I didn’t exactly promote Cerpenista, I just offered my friends at CahAndong to participate in this new collaborative writing thing. After that, some of them wrote about it on their blogs and Cerpenista starts getting more attentions. Then the offer from Dagdigdug came. Dagdigdug is just great. We share this passion to grow responsibly.

After the launch, we put a banner on Dagdigdug as well as spreading press releases to many news outlet. Luckily, our release was picked by okezone.com. They put Cerpenista story on their technology frontpage for a month. Okezone ended up supplying major incoming traffic for a month. So I think anyone who is going to launch a website should consider write compelling release and spreading ‘em like mad.

Any campaign coming up?

We have something else, we currently hold a collaborative story writing contest. This month’s contest will be the first round of other contests ahead. Unfortunately the registration for this month is already closed, but you can read the work-in-progress stories here: cerpenista.com/kontes/cerpen/.

Please subscribe to our blog (cerpenista.dagdigdug.com) if you want to be updated for future contests.

How do you keep current users?

It may sound like a cliche, but like other community websites you just gotta listen to many people as possible. I think the hard part is when you have more users, you gotta listen more, and the old listening-strategy would not work. The listening stretegy must evolve too.

From the beginning until now, how many users or activity stats? Are you happy with it?

Before it was officially launched, CN had about 80 users. Now we have more than 1000 users. I am thrived by the amount of attention this small webapp gets.

Do you have any (secret) weapon to deal with participation saturation?

Nothing secret really, you just gotta make every users feels at home. This is where we gotta invent new things to improve the overall experience.

Any plan to generate revenue soon? If yes, What is your ideal business model?

There are plans, long-term plans, which will be disclosed when it is going to be disclosed. :D

What’s your biggest fear? Any competitions you see?

My biggest fear is when users no longer feel Cerpenista as their home to write great stuff.

From what we see, your applications should work well in other language, why stick with indonesian?

Cerpenista was a community driven project. I have yet found a community

What’s next after cerpenista? What do you see about Cerpenista in a year or two?

Nothing really pops out of my mind lately. Those kind of things does not pop everyday.

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 24th, 2008. No Comments.

Pengantar

Cerpenista adalah suatu situs yang memberikan layanan untuk berkolaborasi dalam proses menulis. Memang bagi seseorang - yang hobi menulis - menulis sendirian terkadang sudah cukup menyenangkan. Tapi siapa yang tahu bahwa menulis bersama-bersama bisa jauh lebih menarik dan produktif.

Cerpenista mengadaptasi budaya gotong royong ke dalam kegiatan membuat tulisan. Konsep ini sungguh tepat dan sejalan dengan karakteristik web 2.0 yang berorientasi pada pengguna dan interaksi antar pengguna. User generated content, bertemu dengan budaya ”seneng ngumpul” beranakpinak simpul-simpul dalam jaringan baru untuk berinteraksi.

Why Cerpenista works?

Banyak hal yang memvalidasi kenapa Cepernista bisa berjalan. Selain karena cerpenista berangkat dengan bekal adanya komunitas – satu hal yang mungkin justru jadi kendala utama dari banyak startup, cerpenista juga telah mempunyai beberapa aspek yang menjadi syarat utama validitas aplikasi web.

Yang pertama, setiap pengguna bisa berdiri sendiri dalam rangka memanfaatkan layanan yang disediakan cerpenista. Setiap pengguna cerpenista bisa membuat cerpen mereka sendiri tanpa harus menunggu pengguna lain untuk bergabung dan meneruskan ceritanya. Faktor ini membuat cerpenista bisa berjalan walau misalnya hanya dengan basis pengguna yang tidak banyak.

Faktor sosial adalah nilai tambahan yang sangat besar. Meskipun bisa berjalan secara mandiri, jika pengguna mulai berkolaborasi dengan yang lain maka akan muncul suatu ”dunia” baru yang menjadi kekuatan utama cerpernista. Dengan alasan bersenang-senang maka Anda akan selalu memperoleh surprise karena Anda tidak tahu kemana cerita Anda akan dibawa. Dengan fasilitas group, Anda bisa berkolaborasi dengan orang-orang yang Anda percaya saja sehingga Anda bisa menggabungkan skill untuk menghasilkan fenomena Harry Potter Anda sendiri. Di sini cerpenista terlihat berbagi karakteristik yang juga dimiliki oleh dunia game multiplayer online (MMO game).

Cerpenista melibatkan pengguna dalam game/permainan. Game adalah unsur utama yang membuat pengguna aplikasi web menjadi tetap aktif. Game secara tidak langsung memaksa/memotivasi pengguna untuk selalu berpartisipasi. Sifat dasar manusia, manusia senang jika bisa menjadi juara. Pencapaian dan keberhasilan adalah suatu kepuasan tersendiri yang dicari-cari oleh manusia. Cerpenista memberikan permainan cerpen terfavorit, pengguna teraktif dan baru-baru ini kontes untuk menfasilitasi penggunanya berkompetisi dengan pengguna yang lain.

Siapa pengguna cerpenista sebenarnya?

Kabarnya, ide cerpenista diawali dari milis. Pengguna-pengguna awalnya juga berangkat dari sana. Anggota milis tersebut adalah blogger. Memang blogger identik dengan kegiatan tulis menulis, akan tetapi rasanya tetap ada batasan-batasan yang tidak bisa dilangkahi. Maksudnya, pengguna-pengguna yang berprofesi sebagai blogger ini tetap tidak akan bisa melangkahi batas konkrit: menulis sebagai profesi atau hasrat tertinggi. Ini berarti dalam waktu tertentu akan muncul titik jenuh dimana excitement yang saat ini mungkin masih cukup tinggi akan menjadi datar atau pupus. Seleksi alam akan terjadi. Only the fittest will survive. Hanya pengguna yang benar-benar membutuhkan cerpenista yang akan bertahan.

Akan berevolusi menjadi apa, cerpenista di masa depan?

Flickr tidak langsung menjadi seperti saat ini, menyediakan layanan menyimpan dan berbagi foto. MySpace sekarang lebih menjadi rumah band dari pada sekedar tempat nongkrong ABG gaul. Merujuk pada poin pertama bahwa pengguna cerpenista yang sebenarnya belumlah ditemukan, maka ada kemungkinan cerpenista pun, di tahun-tahun ke depan, juga akan berevolusi menjadi sesuatu yang lain. Begitu early adopters berpindah ke next hip web-app, cerita cerpenista barulah akan dimulai.

Saat ini kolaborasi atau gotong royong masih berkutat di bidang tulis menulis. Tapi siapa juga yang membatasi nilai gotong royong untuk hanya dipakai di bidang tulis menulis? Seiring dengan bertambah baiknya kualitas koneksi internet di Indonesia, jenis konten yang difasilitasi cerpenista pun ada kemungkinan akan bertambah. Mungkin merambah ke video, audio, dan juga jenis konten-konten lain yang sekarang ini belum muncul dan ditemukan.

Enhanced by Zemanta

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 22nd, 2008. No Comments.

Everybody is doing it, so why can’t Microsoft? Sebenarnya Microsoft pun turut melakukannya.Microsoft juga turut bermain di berbagai hal selain OS. Bundling OS dan aplikasi telah lama menemui jalan buntu sejak peristiwa antitrust. XBOX, Zune, Office Live, MSN Space adalah beberapa “mainan baru” Microsoft. Ada banyak hal tentang Microsoft selain MS Windows.

Lalu kenapa Microsoft belum juga mendominasi dunia? Mengapa Microsoft masih (tampak) kalah dari Google? Apakah Microsoft mengalami kekurangan uang? Tidak mungkin! Apakah karena business model Windows masih bisa berjalan sampai 40 tahun lagi sehingga Microsoft tak perlu bingung mencari sumber uang baru? Kalau begitu, apa yang menjadi alasan munculnya XBOX dan sebagai macamnya? Apakah Microsoft tidak suka menjadi keren? Menurut saya .NET itu keren.

Mungkin banyak dari resource Microsoft yang dialokasikan untuk proyek spesial. Mungkin Microsoft menyembunyikan senjata rahasia.Singularity ?

MSN Spaces mirip blogger.com, tapi tampilannya seingat saya adalah totally awful. Well, memang sangat microsoft. Sekali anda lihat anda pasti tahu Spaces mirip microsoft. Mungkin Microsoft menderita dilema berat. Di satu sisi ini adalah brand yang begitu kuat. Begitu anda melihat produk ini, maka anda pasti latah berucap: Microsoft! Di sisi lain, mungkin gara-gara usaha mati-matian mempertahankan brand image (secara literal), maka tampilannya pun harus berpakem yang “begitu” itu. Karena pakem inilah mungkin fiturnya pun menjadi begitu itu. Anda masih memakai Hotmail?

Sebenarnya berapa banyak sih karyawan Microsoft? Apa iya, membuat yang selezat layanan web 2.0 — yang berserakan dimana-mana itu — tidak bisa. Meebuat XBOX saja bisa loh? Banyak game keren yang bermula di XBOX. Dan juga ada istilah tenar ring of death pun dikoinkan oleh XBOX. Berarti resourcenya tak perlu diragukan lagi.

Mungkin banyak dari resource Microsoft yang dialokasikan untuk proyek spesial. Mungkin Microsoft menyembunyikan senjata rahasia. Microsoft Surface ?

Reblog this post [with Zemanta]

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 22nd, 2008. No Comments.

E-mail boleh dibilang merupakan penemuan kuno menurut sejarah internet. Namun dengan sejalannya evolusi layanan e-mail, masih ada saja beberapa orang yang belum mengerti etika penggunaan email. Artikel ini memang terkesan sepele, tapi saya yakin beberapa diantara kita pernah melakukan hal2 berikut, entah karena tidak sadar, atau alasan klasik … malas. Mari kita telusuri satu per satu.

  1. Formal atau Non-Formal
    Siapakan penerima e-mail anda? teman atau klien? Perlukah memakai bahasa yang formal?
  2. Tujuan Menulis
    Tentukan tujuan menulis dari awal, agar tidak melantur.
  3. Jangan menulis selagi marah
    Jika anda sedang marah, atau nuansa hati lagi tidak enak, tundalah penulisan e-mail. Apalagi bila anda menulis balasan hal-hal yang membuat anda marah.
  4. Penggunaan To, CC, dan BCC
    • To - Ditujukan untuk lawan bicara anda
    • CC (Carbon Copy) - Atau tembusan, digunakan untuk memberitahu orang lain yang bersangkutan.
    • BCC (Blind Carbon Copy) - Sama dengan CC, tapi tembusan tidak akan terlihat oleh penerima To atau CC.
  5. Penggunaan Subject
    Judul e-mail harus jelas dan mencerminkan isi e-mail sesungguhnya. Hindari penulisan judul email tanpa isi (body), yang kesannya malas atau tidak professional.
  6. E-mail, bukan novel
    Menulis e-mail itu cukup singkat saja, langsung ke pokok masalah, tidak perlu bertele-tele seperti menulis novel. Namun juga jangan terlalu singkat seperti SMS.
  7. Pemakain huruf besar (semua)
    Di dunia maya, pemakain huruf besar dianggap menjerit. Jadi hindari hal ini agar tidak memberi kesan yang salah terhadap lawan bicara anda.
  8. Pemakaian tanda seru
    Bila memang diperlukan, cukup satu saja! Tidak perlu sampai berulang kali (!!!!!).
  9. Signature
    Memang enak menggunakan fitur otomatis seperti di MS Outlook. Namun sebagian orang mempunyai kepentingan yang berbeda, contohnya anda tidak mau mencantumkan nomer HP pribadi di setiap e-mail untuk menghindari panggilan2 tengah malam :).
  10. Periksa ejaan (yang disempurnakan?)
    Setelah selesai dengan isi e-mail, jangan lupa untuk memeriksa ulang ejaan. Hal ini penting untung memberi kesan serius dan profesional.
  11. Polos saja, tanpa hiasan
    E-mail paling efektif dengan format plain text, tanpa variasi HTML (termasuk latar belakang warna-warni, plus animasi).
  12. Attachment, atau lampiran
    Tidak semua orang hidup dengan internet berkecepatan tinggi, oleh karena itu pertimbangkan penggunaan layanan online storage untuk lampiran berukuran besar. Jangan lupa menjadikan satu ZIP file untuk lampiran berjumlah banyak, agar tidak kelewatan.
  13. Read Notification Receipt
    Perlukah anda memberi jawaban ke lawan bicara anda bahwa e-mailnya telah diterima? Bila sudah tidak ada di Outbox, berarti e-mail tersebut telah terkirim, meskipun kadang tidak instan.
  14. Berikan balasan sepantasnya
    Tulislah balasan secepatnya (atau sepantasnya), terutama bila akhiran isi surat menandakan bahwa lawan bicara anda menunggu balasan atau keputusan anda.
  15. Penggunaan Reply-to-All dan Forward
    • Reply-to-All - Pertimbangkan matang2 sebelum memakai fitur ini, untuk mencegah e-mail yang tidak diharapkan (oleh orang lain). Hal ini sering terjadi pada diskusi grup lewat e-mail, yang hanya pengirim pertama yang perlu diberi jawaban. 11 orang dengan Reply-to-All = 100 email.
    • Forward - Fitur yang satu ini adalah yang paling disukai oleh pengirim surat berantai. Tapi yang paling menggangu adalah penggunaan To/CC untuk semua penerima, yang membuat e-mail anda tersebar ke orang2 yang tidak dikenal. Gunakanlah BCC untuk fitur ini.
  16. Surat Berantai
    Pakailah akal yang jernih sebelum anda menekan tombol forward. Tanyalah pada diri anda sendiri, apakah hal tersebut bisa/akan terjadi? Hampir semua surat berantai tidaklah berguna. Perlu dipertimbangkan juga, siapa saja yang patut menerima e-mail macam itu. Bukan bos atau klien anda tentunya.
  17. 24 Jam untuk tindak lanjut
    Berilah 24 jam tenggang waktu untuk menindaklanjuti e-mail anda. Sadarilah bahwa tiap orang mempunyai kepentingan pribadi. Tidak perlu langsung SMS, atau telpon, setelah menekan tombol Send.

Apakah anda pernah melakukan setidaknya satu dari hal-hal di atas? Apakah ada yang terlewatkan? Silahkan tambahkan di komentar.

Tambahan bacaan:

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 22nd, 2008. No Comments.

Jika Anda adalah pengguna Google Reader di Firefox, menginstall Feedly adalah langkah logis yang seharusnya Anda lakukan. Google Reader memang memiliki keunggulan tersendiri dengan sidebar dan reading panenya yang simple dan fokus pada konten. Akan tetapi, Google Reader masih memiliki kekurangan.

Multiple View

Untuk memenuhi kebutuhan membaca 10-20 langganan feed, antarmuka Google Reader masih efektif untuk dipakai. Walaupun pada akhirnya ada kemungkinan anda akan selalu mengutamakan beberapa feed tertentu dan akhirnya mengabaikan yang lain. Semakin banyak langganan feed Anda maka semakin susah pula Anda mengatur dan mengefektifkan kegiatan membaca Anda. Karena tidak mungkin untuk membaca semua langganan untuk menemukan artikel-artikel yang menarik, maka ada kemungkinan bagi Anda untuk melewatkan artikel-artikel menarik akibat mengabaikan beberapa feed langganan.

Feedly memberikan beberapa fasilitas untuk melakukan scanning atau skimming secara cepat atas feed langganan Anda. Tak perlu lagi harus melihat masing-masing feed untuk mencari hal-hal yang ingin atau seharusnya Anda baca. Feedly menyediakan beberapa macam birdview, antara lain: magazine-like. Feed akan dikelompokkan sesuari preferensi Anda, dan akan ditampilkan secara multi kolom seperti majalah atau koran sehingga anda bisa melihat garis besar apa saja yang ada dalam daftar baca Anda dalam masing masing kategori. Dengan demikian dengan sekali scroll, Anda akan dapat membuat prioritas dinamis harian mengenai kategori atau feed mana yang harus anda baca hari ini. Selain magazine view juga tersedia river view, what’s new, wall, serta tampilan per kategori dan per feed (seperti halnya di Google Reader)

Wisdom of Crowd

Tidak hanya unggul dalam hal tampilan, Feedly juga memanfaatkan dan mempromosikan wisdom of crowd secara intensif. Tampilan teratas dari antar muka per kategori dan what’s new dari Feedly selalu menampilkan artikel-artikel yang direkomendasikan oleh pengguna Feedly yang lain.

Anda bisa berbagi anotasi (bagian menarik) dari konten feed dengan sesama pengguna, selain menyimpan item favorit via “save for later” atau ke del.icio.us. Anda juga bisa mendistribusikan item menarik via Twitter dan Friendfeed. Semua ini difasilitasi dengan semacam toolbar yang diletakkan di atas tiap detil item feed. Komentar pun bisa dilihat secara langsung, bagi beberapa feed yang disupport, bahkan “likes” dan komentar dari Friendfeed sekalipun.

Daftar pelanggan dari suatu feed juga ditampilkan dalam bentuk ranking. Disediakan pula tombol yang bisa dipakai untuk berlangganan shared item dari masing orang-orang tersebut. Ini berarti Anda bisa memperkaya daftar baca Anda dari sumber-sumber yang Anda percayai. Fitur ini seperti memberikan fasilitas pada Anda unutk membentuk dewan rekomendasi daftar bacaan bagi Anda. Semua bisa dipilih langsung bak pemilu untuk menentukan presiden atau wakil rakyat.

Tak berhenti di fitur recommend people, Feedly juga memberikan list daftar feed baru yang mempunyai relasi dengan bacaan Anda. Ini bisa jadi alat menarik untuk menelusuri sumber-sumber bacaan baru yang bisa saja jauh lebih menarik dari bacaan Anda saat ini atau yang bisa menyempurnakan daftar bacaan Anda. Sekarang Anda tak perlu takut menjadi katak dalam tempurung karena setiap saat Anda bisa menambahkan sumber bacaan baru unutk memperkaya wawasan Anda.

Penutup

Jadi, apakah ada akan menjadi Feedly sebagai halaman default Firefox Anda, seperti halnya saya?

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 22nd, 2008. No Comments.

Mozilla Ubiquity adalah salah satu proyek Mozilla yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas interaksi antara pengguna dan browser. Mozilla Ubiquity ini mirip dengan script Greasemonkey yang dengan setia menuggu di belakang layar. Menunggu untuk dipanggil dan digunakan lewat berbagai periuntah yang ada. Bedanya dengna greasemonkey adlah set API yang disediakan, yang bisa dipakai dalam pengkodean perintah. Jika greasemonkey memiliki userscript.org, maka sepertinya Ubiquity memiliki semacam repositori resmi tersendiri yang disebut Herd.

The Good: Aspek sosial

Selain memberikan shorcut tambahan untuk membantu kita dalam beraktivitas dan berinteraksi dengan internet, Ubiquity juga akan mengikutkan fitur sosial. Meskipun aspek sosial belum begitu tampak saat ini, bsia dipastikan bahwa aspek sosial ini akan segera diimplementasikan ke dalam Ubiquity. Hal ini bisa kita lihat dari tampilan pesan yang muncul sewaktu kita hendak menginstall perintah baru. Dijanjikan pada versi 0.2, akan ada fitur social trust.

The Bad: Apa yang salah?

Dari segi teknis, Ubiquity sangat menjanjikan akan tetapi dalam keseharian Ubiquity ini tidak pernah saya pakai. Padahal banyak aktivitas saya yang bisa dilakukan lewat Ubiquity. Misal, mencari referensi lewat Google. Ubiquity secara default selalu berada pada mode pencarian. Jika perintah yang anda ketik tidak terdaftar sebagai perintah maka seara otomatis Ubiquity akan menampilkan shortcut pencarian ke google, dan wikipedia.

Bagaimana mungkin Ubiquity tidak saya pakai. Apakah Ubiquity kurang efektif dan efisien? Bukankah lebih cepat untuk menekan beberapa tombol daripada menarik mouse ke sudut kanan atas dan mengetikkan ”search terms”? Alih-alih membuka Google map dan mengetikkan koordinat atau alamat yang kita cari, tidakkah lebih cepat jika kita sekedar mem-blok baris-baris alamat di halaman web dan mengetikkan “map this”?

Jawabannya sederhana: saya tak pernah ingat bahwa saya punya Ubiquity! Benar, dalam UI browser saya, tak satupun tanda bisa ditemukan untuk mengingatkan saya bahwa Ubiquity telah ada di sana dan siap membantu saya dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari saya dalam berinteraksi dengan browser. Untuk googling atau mencari di Wikipedia saya menekan Ctrl+K, untuk membuka halaman baru saya memakai Ctrl+L, untuk twittering saya memakai Twitterfox.

The Hope

Disamping logo atau tanda presensi apapun itu, sepertinya kita juga harus menunggu atau malah langsung beraksi untuk menambahkan perintah-perintah yang sering kita pakai namun belum tersedia. Tak bisa disangkal, Ubiquity takkan bisa memenuhi kebutuhan semua orang.Apalagi jika yang menulis dan menambahkan perintah baru hanyalah para geek yang mungkin kebutuhannya sama sekali jauh dari dunia anda. Saya membayangkan di masa depan mungkin ada starter pack

untuk Joe User, Internet savvy, Stock Broker, Hacker, Graphic Designer, dan lain-lain. Mungkin juga Ubiquity akan jadi default addon di Firefox 3.1 mengingat potensinya yang luar biasa. Ubiquity mungkin juga akan menyumbangkan API resmi yang bisa dipakai oleh addon-addon lain untuk menyisipkan shortcut fungsionalitas addon-addon tersebut.

Sampai saat itu terjadi, yang saya inginkan hanyalah “buatlah saya tahu kamu (Ubiquity) ada di sana”.

Reblog this post [with Zemanta]

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 22nd, 2008. No Comments.

Setelah 2 minggu lebih sibuk dengan persiapan, kami dengan bangga mempersembahkan ……. NavinoT !!!

Apa itu NavinoT ?

NavinoT ada sebuah publikasi online dengan format e-magazine, ditulis dengan gaya bahasa yang santai ala blog. Meskipun berbentuk magazine, layanan bebas biaya ini bertekad untuk menyajikan layanan seputar dunia IT beserta seluk-beluknya, khususnya di Indonesia, yang tentunya berbobot dan berkualitas. Lewat NavinoT, anda bisa menjumpai artikel2 tentang IT, khususnya Indonesia, yang merupakan buah pikiran, penelitian, sekaligus pengalaman dari para penulis (bukan pakar) - Ivan & Toni.

Format E-Magazine

Meskipun menggunakan format e-magazine, penerbitan artikel tetap dilakukan secara harian dengan target minimal 4 artikel per minggu. Artikel2 akan dikategorikan menjadi 6 bagian, yaitu:

  • News - Ulasan IT secara umum
  • Reviews - Tinjauan produk & layanan online domestik
  • Tips - Tips seputar bisnis, marketing, produktivitas, dan blogging.
  • Interviews - Wawancara tokoh2 yang telah sukses di dunia IT & sekitarnya.
  • In Depth - Ulasan yang lebih tebal, rinci dan mendalam.
  • Backstage - Aktifitas belakang layar, termasuk berita seputar NavinoT.

Dengan tampilan halaman depan yang berbeda dari blog biasanya, pembaca diharapkan bisa menyaring berita2 terbaru dalam satu halaman.

Masa Uji Coba

Mengingat theme yang dipakai telah mengalami rombakan total, maka harap dimaklumi bila banyak ditemukan bugs. Beberapa modifikasi dan perubahan penampilan masih bisa berlanjut kapan saja selama periode Beta, jadi para pembaca jangan kaget bila tampilan tiba2 jadi nyeleneh. Perlu diingat juga, tampilan ini tidak IE6 friendly.

Wajib Absen

Tidak semua orang gampang untuk mengungkapkan kata2 lewatk komentar. Namun bagi para penulis, kehadiran anda merupakan imbalan yang paling berharga. Oleh karena itu bila para pembaca suka atau merasakan manfaat publikasi ini, alangkah senangnya kita bila anda meninggalkan komentar pertama (absen). Absen boleh dilakukan di halaman mana saja, sekali saja seumur hidup :).

Terima kasih & mari maju bersama …

- Ivan & Toni -

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!

Posted in NavinoT Feed at September 22nd, 2008. 1 Comment.