Layanan Gratis atau Berbayar?


Bagi anda yang pernah merencanakan suatu web aplikasi, pasti pernah mempertanyakan hal ini. Sebuah dilema yang sering terjadi, juga menentukan kesuksesan suatu usaha. Artikel kemarin membahas layanan iklan baris yang sering dijumpai dengan tawaran bebas biaya. Mungkin bisa dijadikan contoh studi kasus untuk membantu analisa persoalan ini.

Seperti yang saya sampaikan kemarin, layanan gratis dan berbayar patut diibaratkan sebagai dua benua yang dipisahkan samudra yang sangat luas. Perbedaan menyolok bisa diperhatikan dari hal2 berikut, yang juga patut dipertimbangkan demi kesuksesan bisnis anda:

Revenue

Jumlah pemasukan (revenue) akan mengalami perbedaan yang mencolok antara layanan gratis dan berbayar. Anggap saja anda adalah seorang pemilik situs iklan baris dengan 1 juta iklan per bulan, yang awalnya menawarkan layanan gratis, namun ada perubahan baru menjadi layanan berbayar. Meskipun tarif yang dipasang sangatlah murah (Rp 100 / iklan), apa dampaknya dari sisi keuangan?

  • Gratis - Rp 0 x 1 juta = Rp 0
  • Berbayar - Rp 100 x 1 juta = Rp 100 juta

Sangat terasa khan perbedaannya? Tarif iklan bukan merupakan satu2nya potensi pemasukan, namun tetap contoh ini cukup menggambarkan suatu perbandingan yang patut dipertimbangkan.

Kuantitas

Berhubung dengan adanya tarif iklan baru, jumlah pengiklan tentunya menjadi menurun. Yang tadinya setengah yakin, sekarang menjadi berpikir 2 kali, apakah biaya yang akan dikeluarkan bakalan berbuah hasil? Anggap saja karena keputusan anda untuk menarik tari iklan berdampak penurunan jumlah pemasang iklan sampe 50%.

  • Gratis - Rp 0 x 1 Juta = Rp 0
  • Berbayar - Rp 100 x 500,000 = Rp 50 juta

Masih terasa bedanya khan? Yang saya berusaha sampaikan adalah, meskipun tarif iklan yang kecil, bila dibandingkan dengan jumlah pemasang iklan, akan menjadi suatu pemasukan yang tidak bisa dianggap kecil.

Hambatan Baru

Dengan adanya tarif iklan, tentunya tidak hanya berdampak pada penurunan jumlahpemasang iklan. Namun anda sebagai pengelola juga perlu mempertimbangkan hal2 lain yang sebelumnya tidak diperlukan. Hal2 baru ini akan merubah cara bisnis anda beroperasi, juga perlu perhatian ekstra. Proses layanan berbayar lewat internet tentunya juga lebih rumit, karena melibatkan proses transaksi elektronik. Hal2 yang akan muncul kurang lebih adalah:

  • Proses Pembayaran - Iklan yang tadinya langsung tampil, kini harus melalui proses pembayaran, entah itu elektronik atau lewat bank transfer.
  • Konfirmasi Pembayaran - Bila proses pembayaran menggunakan kartu kredit, konfirmasi bisa didapatkan secara langsung dan iklan bisa langsung ditampilkan. Namun bila pembayaran perlu dilakukan lewat transfer bank, masih perlu tunggu waktu untuk konfirmasi lewat jalur lain. Hal ini tentu membutuhkan waktu dan tenaga ekstra.
  • Faktor Teknis - Dengan adanya syarat pembayaran, perlu langkah tambahan di web aplikasi, seperti: formulir pembayaran, konfirmasi, akuntasi, arsip, dll. Semua transaksi perlu dicatat rapi, untuk keperluan akuntasi.
  • Sekuriti - Proses pembayaran elektronik lewat internet perlu memperhatikan faktor keamanan jalur komunikasi, seperti SSL, yang tentunya ada tambahan biaya danperlu perhatian khusus.
  • Staff Tambahan - Perlunya tenaga ekstra untuk mengurusi keuangan, termasuk pembayaran atau pengembalian dana bila terjadi hal2 yang tidak sesuai harapan.

Nilai2 Positif

Perubahan layanan menjadi berbayar tidak hanya membawa dampak negatif, tapi banyak pula hal2 positif yang bisa dinikmati. Yang paling mencolok adalah adanya pemasukan, yang nantinya bisa digunakan untuk:

  • Operasional- Tambahan jumlah staff untuk mengawasi dan melayani pemasang iklan
  • Marketing - Membantu aktifitas pemasaran yang berbayar juga
  • Development - Adanya dana untuk pengembangan yang nantinya bisa meningkatkan kualitas layanan.

Di samping adanya sumber dana untuk pengadaan staff dan program pemasaran, pengingkatan2 lain juga bisa dirasakan:

  • Kualitas Layanan - Dengan adanya tambahan staff bisa membantu menjaga kualitas layanan, seperti mengurangi tindakan2 yang tidak sesuai ketentuan
  • Motivasi Baru - Mungkin uang bukan satu2nya alasan, namun bila ada suatu yang bisa dirasakan, setidaknya bisa menambah motivasi untuk berangkat kerja
  • Fokus - Bila anda melakukan usaha tanpa nilai pemasukan, apa yang akan anda gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari2? Tentu anda harus kerja di lain tempat, yang pasti mengurangi efisiensi usaha anda

Kesimpulan

Dari contoh di atas bisa diambil beberapa hal yang bisa diterapkan bila anda memulai usaha. Untuk suatu usaha yang sehat dengan potensi untuk berkembang, tentunya membutuhkan tenaga. Bukan cuman fisik atau mental, namun juga dana yang cukup untuk biaya2 operasional, pemasaran, dan pengembangan. Tidak jarang suatu usaha tutup setengah jalan karena kurang biaya.

Konsentrasi pada sumber2 pemasukan mulai hari pertama memulai usaha. Penerapan tarif mungkin bukan satu2nya sumber pemasukan, namun hal ini bisa dipertahankan untuk menjadi nilai tambah. Mungkin berbasis iklan?

Sering kita melihat aplikasi2 keren tanpa dikenakan pungutan biaya. Bagaimana cara mereka selamat? Itulah salah satu perbedaan nyata antara budaya startup di Indonesia dan dunia barat. Dunia barat mempunya pasar yang lebih nyata yang membuat para investor menjadi lebih yakin dengan investasi di dunia teknologi. Mungkin kita perlu membahas ini besok?

Bila anda punya pengalaman tentang memulai usaha di Indonesia, yang khususnya di bidang teknologi, pembaca lain pasti ingin tahu lebih. Apa kisahmu?

Catatan: Artikel ini merupakan bagian dari kampanye One-Post-Per-Day. Silahkan simak artikel2 lainnya.

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!


Posted in Business & Marketing at August 22nd, 2008.
Trackback URI: trackback
Tags: , , , ,

23 Responses to “Layanan Gratis atau Berbayar?”

  1. August 22nd, 2008 at 9:35 pm # yodi adityaNo Gravatar

    Layanan gratis tentu harus memiliki konsep business model yang bagus agar lebih menguntungkan daripada layanan berbayar.

  2. August 23rd, 2008 at 12:12 am # Gratis Disayang, Bayar Dilupakan? | Business & I

    [...] Postingan ini sebagai feedback atas tulisan mas Ivan Sielegar yang membahas tentang strategi layanan gratis dan berbayar. [...]

  3. August 23rd, 2008 at 2:51 am # malapuNo Gravatar

    kalo saya untuk bisnis mengandalkan dua-duanya… jadi selama masih ada yang gratisan, mbok ya di manfaatkan.. kan sayang dah gratis tapi ga di pake…

  4. August 23rd, 2008 at 3:20 am # Paman GoberNo Gravatar

    Gratis dan berbayar? Kalo saya mencoba yang gratisan dulu dan bila dirasa cocok baru mempertimbangkan untuk menggunakan layanan berbayar

  5. August 23rd, 2008 at 5:21 am # Ono KarsonoNo Gravatar

    Saya kira untuk newbie, boleh tuh pake yang gratis2 dulu. Untuk sekedar mencicipi. Tapi kalo mau mengarah ke layanan profesional jelas yang berbayar itu wajib.

  6. August 23rd, 2008 at 5:28 am # Wahyu Reza PraharaNo Gravatar

    hmmm
    gratisan tetap pioneer untuk starter yg bermodal kecil

  7. August 23rd, 2008 at 8:05 am # AnangNo Gravatar

    bagaimanapun gratisan tetep menarik minat banyak orang

  8. August 23rd, 2008 at 9:32 am # Akhmad FathonihNo Gravatar

    Hehehe, sepertinya banyak yang salah tangkap ya. yang dimaksud ivan menurut saya adalah: jika anda punya kesempatan membuat usaha online, anda mau pasang tarif atau tidak?

    Hehehe, no problemlah, komentarnya juga bisa jadi bahan survey, ternyata masih banyak yang menaruh harga layanan sebagai kriteria utama dalam memakai layanan.

    Apa saya yang salah tangkap? :p

    Karena saya belum pernah bikin layanan online, saya belum punya pengalaman nyata. However, saya berpikiran jenis layanan akan menentukan apakah harus pasang tarif atau tidak. Jika layanan anda bersegmen masyarakat internet menengah ke bawah, gratis adalah kruang lebih tepat. Akan tetapi jika anda menembak segmen pemilik-pemilik mobil jaguar, gratis justru tidak akan laku.

    Ah, wacana ini memang menarik!

  9. August 23rd, 2008 at 11:09 am # Ivan SielegarNo Gravatar

    @Yodi - Maksudnya, tetap harus ada sumber pendapatan agar bisa beroperasional.

    @Malapu - Kalo anda sebagai pembeli, ya tentu saja pake yg gratis. Buat apa bayar kalo ada yang gratis.

    @Paman Gobber - Tentunya layanan berbayar harus mempunyai nilai tambah khan ?

    @Ono Karsono - Nih bilang dari sisi pembeli juga khan ?

    @Wahyu - Nah itu dia, kalo modalnya saja kecil, gimana aplikasinya bisa maju. Kalo anda yang pembeli, ya bener2 saja, coba yang gratis dulu.

    @Anang - Tentu donk, apalagi orang Indonesia :)

    @Akhmad - Hmm ga juga, semua segmen pasti punya kemampuan tertentu. Masalahnya mungkin “Apakah layanan berbayar tadi mempunya nilai layanan sesuai harga tarifnya?”

  10. August 23rd, 2008 at 12:28 pm # ichanxNo Gravatar

    gratis tapi memuaskan… *inginnya*… hehe

  11. August 23rd, 2008 at 12:59 pm # tipisNo Gravatar

    bener juga, analisa yang menarik. biar kata biayanya murah bgt tapi kl membernya banyak kan jatuhnya banyak juga :D . makanya operator selular walaupun pada perang2an harga sampai hampir gratis tetep aja masih berkibar mengeruk laba. tapi yg namanya gretongan ya tetep lebih asik. orang indonesia gitulohh :D

  12. August 23rd, 2008 at 1:08 pm # sapimotoNo Gravatar

    Bidang usaha periklanan memang tak akan lekang oleh jaman karena memang terus diperlukan untuk pengembangan sebuah usaha

  13. August 23rd, 2008 at 4:08 pm # @delNo Gravatar

    Saya jadi inget kemaren ada yg tanya dan diskusi tentang SEO, di akhir pembicaraan beliau tanya “berapa tarif untuk diskusi ini?” Jelas saya kaget karena diskusi yang saya maksud sekedar sharing apa yang saya tahu.

    Saya masih mengandalkan gratisan, belum berani menerapkan harga, coz ilmunya dan pengalaman masih jauh dari kurang :D

  14. August 23rd, 2008 at 8:26 pm # Layanan Berbayar Dengan Nilai Jual - MangoAddict

    [...] semua layanan itu gratis dan hasilnya memuaskan, dunia bisnis pasti lebih mudah dijalankan. Artikel kemarin yang membahas perbedaan dan potensi layanan gratis dan berbayar, ternyata mendapatkan tanggapan [...]

  15. August 23rd, 2008 at 8:47 pm # Ivan SielegarNo Gravatar

    @Ichanx - Idealnya begitu … coba ASI deh :) (Sorry, ga tahan)

    @Tipis - Betul! Mereka cuman kumpulin pelanggan doank kerjaannya.

    @Sapimoto - Betul, pertanyaannya adalah bagaimana cara eketif beriklan?

    @Adel - Kalo sudah ditawarin, ya jawabnya “Sepantasnya saja…”

  16. August 23rd, 2008 at 9:02 pm # Akhmad fathonihNo Gravatar

    Benar,secara waras akal harga layanan hrs mecing dgn kualitas layanan.selain itu pemilihan siapa yg jadi target market anda jg menentukan bs terjual tdknya layanan tsebut.begitu maksud saya.apartemen yg harganya mahal karena kualitasnya gk perlu dtanya,bakal sulit djual k orang2 yg mikir makan aja uda susah:).sedangkan untuk gratisan tdk laku untuk orang kaya bisa tjadi karena gengsi.makana justru aplikasi i’m rich yg laku;)

  17. August 23rd, 2008 at 10:26 pm # bowbeeNo Gravatar

    Hmmm… mungkin pemilik iklan gratis hanya ingin berbagi saja tanpa ada maksud komersil? Menolong orang kan ada kepuasannya tersendiri :)

  18. August 24th, 2008 at 10:23 pm # Bayu AdityaNo Gravatar

    kalo saya biasanya, gratis untuk coba2 dulu, setelah lumayan paham, baru ke yg bayar.

  19. August 25th, 2008 at 6:38 pm # Freemium: Apa Yang Bisa Kau Jual? - MangoAddict

    [...] diskusi kita tentang layanan gratis atau berbayar, termasuk pembahasan nilai jual, ada baiknya jika berlanjut dengan contoh2 penerapan. Salah satu [...]

  20. August 25th, 2008 at 11:06 pm # fahryNo Gravatar

    bagus artikelnya… kalau menurut saya, bisa kasih strategi ada yang gratis, ada yang berbayar, tapi yang berbayar harus ada nilai lebihnya.
    atau
    membayar tapi dengan harga yang murah…

  21. August 26th, 2008 at 8:54 am # Ivan SielegarNo Gravatar

    @Akhmad - Betul …

    @Bowbee - Ya itu yg bikin penuh internet

    @Bayu & Fahry - itulah freemium

  22. August 27th, 2008 at 2:28 am # JauhariNo Gravatar

    Gambaran yang menarik mas ;)

  23. October 18th, 2008 at 10:37 pm # stratoNo Gravatar

    layanan gratis diawal rata - rata mencari traffic dulu. Biasanya ini ditempuh karena memang cara inilah yang tidak memakan biaya invest besar di muka. Seiring dengan berkembangnya pemberi layanan sendiri tentunya layanan berbayar memang patut untuk dipertimbangkan

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>