Social Media: Materi dan Partisipasi

Edisi kedua tentang social media kali ini akan membahas tentang cara berpartisipasi di media online. Bila anda masih belum mempunyai identitas online, silahkan simak topik sebelumnya. Pastikan juga anda telah memahami definisi “markas” sebelum lanjut lebih jauh dengan topik berikut.

Pilihan Format

Pembuatan materi untuk disebarluaskan bisa diwujudkan dalam berbagai macam format, yaitu teks, foto, audio, atau video. Anda sebagai pelaku hendaknya memahami format apa yang umumnya dipakai pembaca atau konsumen anda. Contohnya video, memang lebih menarik dibanding tulisan biasa, namun hanya sebagian kecil pengguna yang sabar menunggu video untuk selesai di download. Hal2 seperti ini yang perlu dipertimbangkan, disamping biaya pembuatan materi tersebut.

Pemilihan Materi

Salah satu yang paling membingungkan adalah pembuatan materi untuk disebarluaskan. Apa pembuat kue selalu harus menyebarluaskan bahwa kue buatannya yang paling enak? Tentu tidak! Kreatifitas memegang peranan besar untuk hal yang satu ini. Seorang pembuat kue juga bisa memberi tips atau saran tentang peralatan atau bahan yang mereka gunakan, tentunya bukan sesuatu yeng membeberkan rahasia perusahaan. Contoh pemanfaatan layanan media sharing adalah membentuk grup foto, untuk saling memamerkan kue2 ciptaan masing2 pelanggan, atau kumpulan foto2 kue2 menarik di dunia maya. Membuat kue terbesar di dunia tentu saja mendapat perhatian khusus di mata media tradisional. Hal2 seperti ini yang perlu digali lebih dalam. Masih banyak lagi ide materi yang bisa dilaksanakan, yang tidak harus terkait langsung dengan macam usaha anda, tapi bisa sesuatu yang di luar lingkup, tapi masih berkaitan kuat.

Manfaat “Markas”

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa anda perlu suatu tempat sebagai pusat semua aktifitas anda di dunia maya. Setiap pembuatan materi baru perlu dicantumkan di “markas” anda, sehingga pembaca juga lebih terbiasa untuk mencari berita terbaru di pusat berita.

Layanan lain seperti jejaring sosial hanya dimanfaatkan sebagai media untuk penyebarluasan, bukan untuk pembuatan. Jangan lupa selalu cantumkan URL atau link balik ke “Markas” anda, yang kelak akan membangun momentum tersendiri. Dengan kata lain, penggunaan “markas” bisa diidentikan dengan istilah Branding di dunia permasaran.

Partisipasi

Selain aktifitas internal di “markas” sendiri, anda juga bisa memanfaatkan layanan2 jejaring sosial atau online forum yang sesuai dengan industri anda, atau partisipasi di blog2 lain yang juga mempunya pembaca yang sejenis. Kombinasi penggunaan format materi juga menambah daya tarik pembaca. Contohnya foto2 kue menarik yang lebih menarik untuk disebarluaskan.

Tujuan partisipasi anda adalah untuk penyebarluasan nama, bukan untuk meraih suatu angka penjualan. Jadi bila setelah berjerih payah, jangan kecewa bila belum naik nilai pemasukan usaha anda. Oleh karena itu ditegaskan untuk melakukan kontribusi yang bermakna dan bermanfaat bagi komunitas yang anda ikuti, sehingga kontribusi anda juga semakin bertahan lama.

Unsur Viral

Viral Marketing, begitulah istilah pemasarannya, yang akhir2 ini ramai dibicarakan. Banyak produk2 atau layanan2 baru meraih popularitas dalam waktu singkat dengan memanfaatkan unsur viral di kampanye pemasarannya. Apa sih yang dimaksud dengan unsur viral itu? Unsur viral bisa diibaratkan nilai jual suatu materi, atau kemungkinannya untuk tersebar luas. Di dunia blog, bisa diibaratkan sebagai linkbait, atau umpan, yang menarik penulis2 lain untuk memberi link balik ke blog anda. Materi dengan backlink yang banyak termasuk salah satu bentuk materi berunsur viral tinggi. Contoh lainnya adalah pembuatan wallpaper menarik, atau video2 lucu, yang mengundang orang untuk menyebarluaskannya.

Strategi marketing ini konon mempunya nilai ROI yang tinggi, namum persentasi suksesnya juga sangat kecil. Oleh karena ini jangan terlalu berharap dengan satu trik ini saja.

Kesimpulan

Dari ulasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa aktifitas di media sosial itu membutuhkan waktu dan tentunya kesabaran. Di tambah lagi peran aktif yang tidak bisa diukur langsung dengan angka penjualan. Kreatifitas juga berperan penting, maka disarankan untuk mempelajari trik2 yang telah sukses (dan gagal sekaligus).

Rating 3.00 out of 5

Jangan lewatkan artikel berikutnya, silahkan berlangganan lewat RSS feed!


Posted in Business & Marketing, Social Media at August 18th, 2008.
Trackback URI: trackback
Tags: ,

7 Responses to “Social Media: Materi dan Partisipasi”

  1. August 18th, 2008 at 10:58 pm # TriyanNo Gravatar

    Mungkin perlu ditampilkan juga contoh nyata orang-orang yang telah berhasil di dunia social media, beserta trik-triknya dalam meraih keberhasilan.

  2. August 19th, 2008 at 1:05 am # Akhmad fathonihNo Gravatar

    Untuk tujuan partisipasi,walau tujuan langsungnya adalah branding dan marketing,saya kira tujuan akhirnya tetaplah sales :d.
    Nah,klo misalna kt tdk perlu mencemaskan sales stelah melakukan partisipasi,apa yg hrs kt monitor untuk mengevaluasi hasil partisipasi?

  3. August 19th, 2008 at 8:58 am # Ivan SielegarNo Gravatar

    @Triyan - Contoh gampangnya ya blogger yang sukses dengan meningkatkan trafiknya dengan blogwalking dll.

    @Akhmad - Tujuan akhir memang sales, sign ups, leads, conversion whatever you call it. Tapi maksudnya, ga bisa langsung diukur bersebelahan. Bukan berarti hari ini mulai viral marketing, lalu setelah selesai salesnya naik 300%. Khan masih perlu build up kampanye2 lainnya, promo2 ini itu. Tapi nilai brand sendiri sudah semakin kuat di mata (calon) konsumen.

  4. August 19th, 2008 at 10:24 am # bocahisengNo Gravatar

    wah tips yang mantap pak? tapi itu membutuhkan waktu dan tentunya kesabaran yang lumayan lama…

  5. August 19th, 2008 at 10:31 am # pudakonlineNo Gravatar

    merenung-renungkan bagian kesimpulan

  6. August 23rd, 2008 at 10:16 pm # bowbeeNo Gravatar

    silahkan memulai untuk bersosial lewat media online jika sudah benar-benar yakin dan punya tujuan. Kalau tidak, maka kemungkinan besar social media itu akan terhenti karena bosan, tak jelas tujuan, dan kesibukan lain…

  7. August 29th, 2008 at 10:08 am # BLogicThink [dot] comNo Gravatar

    Ooooops…. Posting yang menarik Kang Ivan… saya sedang mempelajari ini, ‘pemanfaatan social media untuk memasarkan bisnis. Baik memasarkan personal, barang ataupun jasa. Saya percaya trust terhadap bisnis online bisa ditingkatkan (justru) jika kita dapat meyakinkan calon konsumen akan kualitas produk kita, dengan cara memiliki hubungan dengan kita, mempercayai keberadaan kita.
    Social media, ya sesuai namanya, adalah media, memerantarai kita untuk bersosialisasi. Bukan justru dunia yang berbeda, dan kita sama sekali maya. Saya heran, ada orang yang berjualan di Internet tapi tidak bisa disentuh, tidak jelas siapa personnya… seakan-akan anonimitas adalah keniscayaan internet.
    Saya percaya, bisnis online tu mulai dari trust, dan yang membukanya adalah kejelasan hubungan bisnis. Mungkin awalnya pertemanan.
    ROI, dipandang sebagai return of influence, dimana seseorang akan mengkonsumsi nilai suatu produk, ketika seorang teman mengatakan, ‘ini produk bagus’, bukan figur anonim yang secara bombastis mengatakan, ’saya berhasil mencetak 5juta perhari!’. Terima kasih atas kunjungannya Kang Ivan, saya panggil Kang atau apa ya :) salam kenal, mohon petunjuknya buat saya yang masih newbie…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>